3 Hari Pencarian Korban Speedboat Tenggelam di Maluku, 8 Penumpang Belum Ditemukan

AMBON, KOMPAS.com – Pencarian delapan warga Kabupaten Seram Timur, Maluku yang hilang dalam peristiwa tenggelamnya perahu cepat di perairan Laut Seram sudah memasuki hari ketiga, Sabtu (26/3/2022).

Meski begitu, upaya pencarian tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.

Baca juga: Dampak Gempa 4,9 Magnitudo di Seram Bagian Barat, Puluhan Rumah Rusak

“Hasilnya belum ditemukan, masih nihil,” kata Kapolsek Seram Bagian Timur, AKBP Andre Sukendar kepada Ipadguides.com saat dihubungi dari Ambon, Sabtu malam.

Sebanyak delapan penumpang perahu cepat Mereka yang masih diburu adalah Rinto, Ibrahim Kilwow dan Ismail Hatala, ketiganya merupakan pegawai Inspektorat Kabupaten Seram Timur.

Kemudian pengendara speedboat Jafar Rumahtiga, Saidah Keliobas, Samsia Rumodar, dan pegawai Bappeda Fajrin Seram Bagian Timur. Terakhir, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun bernama Hairudin.

Andre mengatakan tim SAR gabungan tidak menemui kendala cuaca buruk selama pencarian di hari ketiga.

Operasi pencarian dilakukan tidak hanya di perairan di mana perahu cepat Kecelakaan itu tenggelam, namun meluas hingga ke perairan Maluku Tenggara.

“Cuaca

hari ini lebih baik, jadi kalau cuaca tidak terlalu buruk seperti kemarin. Kami juga telah menambah personel untuk operasi pencarian tetapi tidak berhasil,” katanya.

Pencarian delapan korban hilang tersebut melibatkan tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan berbagai elemen SAR lainnya termasuk masyarakat.

“Armada juga ditambah, RIB dari Tual juga diturunkan. Untuk hari ini, operasi pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok,” katanya.

.