Skip to content

Agenda Utama KTT G20 di Tanah Air Akan Sulit Dicapai di Tengah Perang Rusia-Ukraina

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Ginandjar Kartasasmita menyatakan, agenda utama KTT G20 yang akan digelar di Indonesia pada November 2022 akan sulit tercapai jika perang antara Rusia dan Ukraina tidak berakhir.

Pasalnya, konflik antara keduanya menempatkan Indonesia, yang merupakan Presidensi G20, dalam dilema.

Beberapa negara anggota G20 barat seperti Amerika Serikat dan Inggris telah menyuarakan boikot atas kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke forum G20. Di sisi lain, China yang juga merupakan anggota G20 mendukung Indonesia mengundang Rusia ke forum tersebut.

“Pertentangan antar anggota G20 atas kehadiran Putin membuat posisi Indonesia dilematis. Kami berharap sebelum November masalah sudah selesai, kalau tidak terlalu rumit,” kata Ginandjar dalam kuliah umum di Universitas Paramadina yang digelar secara virtual, Rabu (30/3/2022).

Baca juga: Benda Mirip Bom Ditemukan Saat Pertemuan G20 di Solo, Apa Itu Aksi Teror?

Ginandjar juga menilai satu-satunya cara agar KTT G20 mendatang berjalan lancar adalah perang antara Rusia dan Ukraina bisa dihentikan.

Dengan demikian, pembahasan agenda utama G20, yang terkait dengan perbaikan arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi, dapat berjalan lancar.

“Sulit untuk fokus pada agenda utama jika ini terus berlanjut. Jika negara-negara ini tidak mau berpartisipasi dalam proses ini, itu akan menjadi rumit,” kata Ginandjar.

Baca juga: Gelar Kepresidenan G20, Apa Manfaatnya bagi Indonesia?

Ia juga menjelaskan beberapa dampak yang akan dialami Indonesia jika perang antara Rusia dan Ukraina berkepanjangan.

Misalnya, anggaran negara Indonesia akan semakin terbebani oleh kenaikan harga minyak sejak invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari lalu.

Di sisi lain, Indonesia harus menghadapi kenaikan harga komoditas impor dari Rusia dan Ukraina, seperti gandum, jagung, dan kedelai.

“Akan ada kenaikan harga karena gangguan” rantai pasokan global yang berdampak pada Indonesia dan Asean karena bahan pangan dan pakan seperti gandum, kedelai, dan beberapa daging. Ini kepentingan kami untuk menghentikan perang ini karena akan mempengaruhi anggaran negara,” kata Ginandjar.

Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Ipadguides.com. Jom join grup Telegram “Ipadguides.com News Update”, caranya klik link https://t.me/ipadguidescomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

.