Annas Maamun masih ditahan secara medis meski usianya sudah 81 tahun

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan mantan Gubernur Riau Annas Maamun layak menjalani proses hukum meski berusia 81 tahun.

Deputi Penindakan dan Pelaksanaan Komisi Pemberantasan Korupsi Karyoto mengatakan, kondisi kesehatan Annas sudah diperiksa dokter sebelum proses hukum dilakukan.

“Dari segi kesehatan, dokter tetap bertanggung jawab, dia layak diadili,” kata Karyoto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Dalam kasus itu, KPK menduga Annas menyuap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau untuk memuluskan anggaran yang telah disiapkan.

Baca Juga: Lagi Ditahan KPK, Annas Maamun Tertangkap Kasus Suap DPRD Riau

Menurut Karyoto, suap itu diberikan untuk mendapatkan persetujuan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2014 dan RAPBD TA 2015 di Provinsi Riau.

“Karena usulan anggaran ini tidak ditemukan kesepakatan dengan DPRD sehingga
tersangka AM (Annas Maamun) diduga menawarkan sejumlah uang dan fasilitas lainnya,” kata Karyoto.

KPK juga menetapkan mantan Bupati Rokan Hulu, Suparman, dan mantan Ketua DPRD Provinsi Riau periode 2009-2014, Johar Firdaus, sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Karyoto

menjelaskan, Annas selaku Gubernur mengirimkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2015 kepada Ketua DPRD Provinsi yang saat itu dijabat oleh Johar Firdaus. Dalam usulan yang disampaikan Annas, ada beberapa hal terkait alokasi anggaran perubahan. Antara lain mengenai pergeseran perubahan anggaran untuk pembangunan rumah layak huni.

Rumah tersebut semula direncanakan menjadi proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU), namun berubah menjadi proyek yang dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD).

Menurut Karyoto, agar draf usulan perubahan disetujui, Annas memberikan pinjaman kendaraan dinas kepada seluruh anggota DPRD Provinsi Riau periode 2009-2014.

(ads.native_banner) -->

.