Skip to content

Apresiasi Pekerja, Pemerintah Ajak Pengusaha Berikan THR di Lebaran 2022

Apresiasi Pekerja, Pemerintah Ajak Pengusaha Berikan THR di Lebaran 2022

Memuat…

Menko Airlangga mengatakan pemerintah mendorong pengusaha memberikan THR tahun ini. Foto/Kementerian Koordinasi Perekonomian

JAKARTA – Perekonomian Indonesia pada tahun 2021 akan membaik dengan pertumbuhan sebesar 3,69% (yoy). Membaiknya kondisi perekonomian tidak lepas dari kontribusi tenaga kerja yang menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional di berbagai sektor.

Lihat lainnya: Kisah Ridwan Kamil Saat Gelandangan di New York Bersama Istri

Kondisi ketenagakerjaan Indonesia juga sudah mulai pulih, yang ditunjukkan dengan turunnya tingkat pengangguran dari 7,07% (Agustus 2020) menjadi 6,49% (Agustus 2021). Penurunan pengangguran tersebut didukung oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja selama tahun 2021 yang mencapai 2,59 juta.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 telah mempercepat penerapan teknologi digital di Indonesia. Hal ini akan mempengaruhi berbagai pekerjaan dan sektor usaha di masa depan. Banyak bisnis yang beralih ke teknologi digital, membatasi pekerja dan jam kerja, serta menghindari kontak langsung. Pergeseran ini tentunya akan berdampak pada kondisi pasar tenaga kerja.

Berdasarkan laporan World Economic Forum – Future of Jobs 2020, diperkirakan ada 85 juta pekerjaan manusia yang akan digantikan oleh mesin dan akan ada 97 juta pekerjaan baru yang melibatkan manusia, mesin dan algoritma sebelum tahun 2025. The International Organisasi Perburuhan (ILO) juga menyatakan bahwa pada triwulan II-2020 sebanyak 195 juta pekerja telah digantikan oleh percepatan perubahan.

Saat ini Indonesia juga dihadapkan pada tantangan bonus demografi yaitu pada tahun 2030 diperkirakan penduduk usia kerja akan mencapai 201 juta orang atau setara dengan 68,1% dari jumlah penduduk. Selain itu, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2021, terdapat 9,1 juta pengangguran dan 1,93 juta pekerja baru yang membutuhkan pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari 10 juta orang membutuhkan pekerjaan setiap tahun dan dapat terus bertambah dari tahun ke tahun.

“Berbagai tantangan yang muncul menunjukkan bahwa penyediaan lapangan kerja merupakan hal penting yang harus dipersiapkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah telah mengupayakan reformasi struktural melalui penerbitan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penciptaan Lapangan Kerja untuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang semakin inklusif,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir atas nama Indonesia. Presiden Joko Widodo, pada acara “Upacara Pembukaan” Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Rakernas KSPSI) dan Kongres X KSPSI Tahun 2022″, di Jakarta, dikutip Kamis (31/3/2022).

Melalui UU Cipta Kerja, pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja melalui penyempurnaan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman, serta fleksibilitas jam kerja sesuai kesepakatan antara pengusaha dan pekerja.

Pemerintah juga terus menjamin hak-hak pekerja, seperti mendapatkan upah yang layak, kebebasan berserikat, mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang sama, serta memenuhi pesangon saat diberhentikan. Selain itu, pemerintah memperkuat perlindungan bagi pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan mengatur pemberian kompensasi kepada mereka ketika masa kontrak mereka telah berakhir.

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”