Skip to content

Bupati Kolaka Timur Digugat 5 Tahun Penjara dan Dirampas Hak Politiknya

Bupati Kolaka Timur Digugat 5 Tahun Penjara dan Dirampas Hak Politiknya

Memuat…

Bupati Kolaka Timur yang tidak aktif, Andi Merya Nur, divonis lima tahun penjara dan dicabut hak politiknya selama tiga tahun oleh jaksa dari KPK. Foto/iNews TV/Mukhtaruddin

KENDARAAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menuntut Bupati Kolaka Timur yang tidak aktif, Andi Merya Nur, divonis lima tahun penjara. Selain itu, jaksa penuntut umum juga menuntut terdakwa dicabut hak politiknya selama tiga tahun.

Lihat lainnya: KPK selidiki konspirasi jahat 2 pejabat negara terkait penerapan dana PEN

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum KPK, Asril dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari, Selasa (29/3/2022). Agenda sidang pembacaan tuntutan tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Ronald Salnofri Bya.

Dalam tuntutan yang dibacakannya, kata Asril, selain menuntut hukuman penjara lima tahun, terdakwa juga didenda Rp. 250 juta. Andi Merya Nur harus dihukum seberat-beratnya, karena dinilai sebagai penyelenggara negara tidak mendukung program pemerintahan yang bersih.

Lihat Lainnya: 19 Tahun, Pemuda Ini Menikahi Idolanya di Gua Sedalam 70 Meter

Andi Merya Nur terjerat dalam Operasi Penangkapan (OTT) tim kejaksaan KPK, pada 23 September 2021, atas dugaan suap proyek pembangunan rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana. Ia ditangkap bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur, Anzarullah.

(eyt)

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”