Skip to content

Cara Melaporkan Kekerasan Seksual

KOMPAS.com – Kekerasan seksual masih menjadi masalah serius di masyarakat. Masalah ini semakin rumit karena banyak korban yang merasa malu dan takut untuk melaporkan kekerasan seksual yang dialaminya.

Mereka merasa pelaporan kejadian tersebut dapat menimbulkan stigma di masyarakat yang dapat mencemarkan nama baik dan keluarganya.

Tidak hanya itu, korban juga sering merasa jika melaporkannya, pelaku kekerasan seksual akan melakukan tindakan yang dapat mengancam jiwanya dan orang-orang terdekatnya.

Mereka kemudian bingung tentang langkah yang harus diambil, termasuk bagaimana melaporkan kekerasan seksual yang mereka alami.

Baca juga: Webinar KGSB: Kekerasan Seksual Jadi Ancaman Serius di Sekolah

Laporkan Polisi

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah melapor ke polisi. Jika tidak ingin sendiri, korban bisa mengajak keluarga atau kerabatnya untuk menemaninya.

Dengan melapor ke polisi, petugas akan bisa melihat luka, memar atau tindakan fisik yang dialami korban. Korban juga harus segera melapor jika ada bekas kekerasan seksual di tubuhnya.

Kekerasan mantan ini terkait dengan visum et repertum yang bisa menjadi salah satu buktinya.

Polisi akan memberikan surat permohonan visa dari penyidik ​​agar korban bisa melakukan visum di rumah sakit.

Juga, simpan semua bukti kekerasan seksual, seperti pakaian, foto, video, atau rekaman percakapan. Korban juga dapat mengumpulkan saksi-saksi yang mengetahui atau pernah melihat kejadian tersebut.

Barang bukti ini akan sangat membantu dalam proses penanganan kasus di kepolisian.

.