Di tengah kelangkaan energi surya, Langsir di Maros, Sulawesi Selatan beraksi

MAKASSAR, KOMPAS.com – Di tengah kelangkaan solar, slasher di Sulawesi Selatan (Sulawesi Selatan) terus beraksi. Bahkan, tidak tanggung-tanggung mobil dimodifikasi dengan membuat tangki buatan.

Terlihat di SPBU Bantimurung, Kabupaten Maros, seorang lelaki tua dengan sedan putih sedang mengisi bahan bakar Pertalite.

Namun anehnya, bukan petugas SPBU yang memegang SPBU. Sebaliknya, kakek tua yang mengisinya.

Baca Juga: Antrian Panjang Kendaraan Akibat Solar Langka Terjadi di Lumajang, Sopir Truk: Bisa Terlambat Kirim Barang

Lebih anehnya lagi, pompa pengisian tidak dimasukkan ke lubang tangki bahan bakar mobil. Padahal tutup tangki mobil tidak terbuka dan tetap dalam keadaan tertutup.

Tapi pompanya dimasukkan ke kaca belakang mobil. Setelah mengisi bahan bakar melalui jendela kaca, lelaki tua itu kemudian mengisinya di pintu depan, tepat di sebelah kursi pengemudi.

Seperti yang terlihat di SPBU Jl Ratulangi, Kota Makassar. Seorang pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar jenis Pertalite dengan menggunakan 3 buah jerigen masing-masing berukuran 40 liter. Aksi pengisian bahan bakar menggunakan jerigen juga terlihat jelas.

Saat

ditanya, petugas SPBU di Jl Ratulangi, Kota Makassar. Tidak dilarang mengisi BBM jenis Pertalite menggunakan jerigen, karena bukan BBM bersubsidi.

“Tidak apa-apa membeli Pertalite dalam jumlah banyak, karena bukan BBM bersubsidi. Pakai jerigen juga boleh,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Supervisor Komunikasi dan Hubungan Pertamina MOR VII Sulawesi, Taufiq Kurniawan yang dikonfirmasi terkait pemotongan BBM di sejumlah SPBU, mengaku hal itu tidak dibenarkan.

Baca Juga: Truk Antri di Sejumlah SPBU, Ini Penjelasan Pertamina Soal Stok Solar di Jayapura

Namun, belum ada regulasi yang dikeluarkan pemerintah terkait pembelian BBM Pertalite dalam jumlah besar.

(ads.native_banner) -->

.