Didakwa Pemerasan Dua Perusahaan Hingga Rp 3,5 Miliar, 2 Mantan Pejabat Bea dan Cukai di Bandara Soetta Jangan Ajukan Pengecualian

SERANG, KOMPAS.com – Dua mantan pejabat Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta didakwa memeras dua Perusahaan Jasa Penimbunan (PJT) dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) PT Sinergi Karya Kharisa (SKK) dan PT Eldita Sarana Logistik (ESL).

Keduanya adalah Qurnia Ahmad Bukhori, mantan Kepala Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai dan Vincentius Istiko Murtiadji, mantan Kepala Pelayanan Bea dan Cukai di Bandara Soekarno Hatta.

Terhadap dakwaan ini, kedua terdakwa dan penasihat hukumnya menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan.

Baca Juga: Berkas Kasus Korupsi Dilimpahkan ke Pengadilan, 2 Mantan Pejabat Bea dan Cukai di Bandara Soetta Segera Diadili

Hal itu terungkap dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap keduanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang, Rabu (30/3/2022).

Sidang yang dipimpin oleh majelis hakim dengan hakim ketua Slamet Widodo dan digelar secara daring.

Terdakwa Vincentius diadili dari Lapas Serang, sedangkan Qurnia dari Lapas Pandeglang.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Subardi mengatakan kedua terdakwa telah menyalahgunakan wewenang sebagai pejabat yang berwenang memberikan pelayanan dan pengawasan terhadap PJT dan TPS.

class="ads-on-body">

Baca juga: Jembatan Ciberang Diresmikan, Gubernur Banten: Tahan 50 Tahun, Anti Gempa

“Melalui penerbitan surat teguran dan surat teguran, denda besar, ancaman pencabutan izin PJT dan penghentian operasional TPS secara lisan dan tertulis,” kata Subardi saat membacakan dakwaan.

Dalam dakwaan terungkap keduanya memaksa Dirut dan Manajer Keuangan PT SKK memberikan uang dengan perhitungan Rp 1.000 per kilogram per bulan sesuai data tonase barang.

Permintaan tersebut terjadi sejak April 2020 hingga April 2021 senilai Rp 3,4 miliar.

Selain PT SKK, kata Subadri, keduanya juga menggunakan cara yang sama untuk memeras PT ESL mulai Januari 2021 hingga Februari 2021 dengan total Rp 80 juta.

“Memaksa

manajemen PT SKK dan manajemen PT ESL untuk menyerahkan uang sejumlah Rp 3.517.000.000 yang menguntungkan terdakwa Vincentius Istiko Murtiadji dan Qurnia Ahmad Bukhori,” kata Subardi.

Dengan demikian, perbuatan kedua terdakwa diancam dengan Pasal 12 huruf e jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP tahun jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Ipadguides.com. Jom join grup Telegram “Ipadguides.com News Update”, caranya klik link https://t.me/ipadguidescomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

.