Dituduh Mengambil Secara Paksa Aset Sawah Yang Digarap Warga Blora, PT KAI Buka Suara

BLORA, KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang angkat bicara terkait dugaan penyitaan paksa aset berupa sawah di Desa Tempurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro menjelaskan isu dugaan pengambilalihan aset dari seseorang bernama Muhartini.

Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir pihaknya tidak pernah menerima sewa lahan sawah yang digarap Muhartini.

Baca Juga: TNI AL Bantah Sita 689 Hektar Lahan di Aru, Danlantamal: Tidak Benar Kita Sita, Itu Tanah Negara

“Luas tanah yang pernah keluar faktur Kontrak atas nama Didik atau Bu Muhartini itu tidak pernah membayar atau melakukan pembayaran kepada PT KAI, padahal invoice atau kontrak sudah diterbitkan,” kata Krisbiyantoro saat ditemui ipadguides.com di Cepu, Blora, Selasa (29/3). /2022).

Dengan demikian, pengambilalihan aset berupa sawah milik BUMN ini tidak menyalahi aturan yang berlaku.

“Dengan kasus yang luar biasa, kami akan meluruskannya setelah itu terjadi jaminan simpanan 5 tahun dari 2013 hingga 2018 yang belum lunas, tentunya PT KAI bisa mengambil alih dengan prosedur yang tepat,” ujarnya.

Krisbiyantoro

menambahkan, dugaan perampasan aset secara paksa itu tidak tepat bagi pihaknya.

Jika dianggap telah melakukan perbuatan itu, pihaknya sudah memiliki bukti yang cukup kuat berupa berita acara serah terima tanah dari Didik kepada PT KAI.

“Setelah serah terima tentunya dari PT KAI, wajar saja siapa saja yang menginginkan aset tersebut bisa membuat kontrak lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut Juru Bicara Daop 4 Semarang mengatakan, sawah yang digarap Muhartini, kontraknya ditulis atas nama Didik Supriyanto dan Eni. Keduanya adalah anak Muhartini.

“Nilai kontrak awal atas nama Pak Didik adalah Rp 1.113.200 per term,” katanya. Menurutnya, aset berupa sawah yang digarap Muhartini berukuran sekitar 120 m².

Sekadar

diketahui, seorang warga Blora bernama Muhartini sempat kebingungan karena sawah yang digarapnya telah diambil alih orang lain.

Padahal tanah tersebut sudah digarap bertahun-tahun. Setelah diselidiki, dia memang menggarap ladang milik PT KAI.

Baca Juga: Sofyan Ancam Mafia, Jangan Coba Lagi Rebut Tanah Masyarakat

Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Ipadguides.com. Jom join grup Telegram “Ipadguides.com News Update”, caranya klik link https://t.me/ipadguidescomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

.