Skip to content

Hapus Tes Keperawanan untuk Izinkan Keturunan PKI Mendaftar

JAKARTA, IGNews.id – Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan sejumlah terobosan terkait aturan registrasi TNI sejak menjabat sebagai KSAD hingga Panglima TNI. Salah satu yang sedang dibahas adalah mengizinkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mendaftar ke TNI.

Andika sebelumnya telah menghapus aturan yang dianggap diskriminatif untuk mendaftar ke TNI. Aturan seperti tes keperawanan Korps Tentara Wanita (Kowad) hingga persyaratan tidak menikah bagi rekrutan karir juga dicabut.

Berikut aturan terbaru yang dibuat Jenderal Andika terkait pendaftaran TNI sebagaimana dirangkum IGNews.id, Kamis (31/3/2022):

1. Tes Keperawanan untuk Daftar Kowad Dihapus

Jenderal Andika Perkasa juga mendorong perbaikan pola rekrutmen TNI selama menjabat sebagai KSAD. Sejumlah tes yang dianggap tidak relevan kini dihapuskan, salah satunya tes keperawanan untuk Kowad.

Andika menuturkan, sebelumnya dalam proses rekrutmen ada yang namanya pemeriksaan vagina dan serviks. Hal yang sama berlaku untuk pemeriksaan selaput dara yang tidak lagi digunakan sebagai tes penilaian.

‚ÄúDulu selaput dara atau selaput dara juga merupakan penilaian, apakah selaput dara itu utuh atau pecah sebagian atau pecah seluruhnya. Sekarang sudah tidak ada lagi. Tujuan penyempurnaan pemilihan bahan itu lebih untuk kesehatan agar yang tidak terkait lagi. , tidak perlu lagi,” kata Andika di Jakarta, Selasa (10/8/2021).

2. Perubahan Rekrutmen Kopassus

Perubahan Baru Rekrutmen Jenderal Kopassus Andika Perkasa juga menerapkan perubahan baru pada sistem rekrutmen Kopassus pada tahun 2021 yaitu rekrutmen berbasis online guna menjaring bibit unggul.

Dikutip IGNews.id dari buku Kopassus untuk Indonesia, Profesionalisme Prajurit Kopassus, Andika juga menetapkan syarat baru. Persyaratan termasuk telah menjabat setidaknya empat tahun dan memiliki tugas operasi.

Persyaratan ini memiliki keunggulan dari sistem yang biasa, yaitu kepentingan individu. Selama ini rekrutmen dilakukan dengan meminta yang terbaik dari Rindam (Resimen Induk Kodam).

Masalahnya, dari rekrutmen selama ini, terkadang yang terbaik tidak didapatkan. Prajurit sering merasa terpaksa, sehingga ada istilah “kopassus kena goyah”.

Perubahan ini awalnya dianggap mengurangi minat bergabung dengan Kopassus. Ternyata, di luar dugaan ternyata cukup banyak peminat dari para prajurit yang ingin menjadi anggota Kopassus. Dari awal dibukanya pendaftaran selama dua bulan, terpaksa ditutup dalam waktu satu bulan karena sudah melebihi kapasitas.

Pelaksanaan rekrutmen berbasis online memang tidak mudah. Sebab, awalnya Kopassus masih kurang pengetahuan tentang server, pembuatan website, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan jaringan. Hasil kerja keras tersebut tidak sia-sia karena Kopassus mendapat apresiasi dari TNI AD dan menjadi unit pertama yang melakukan rekrutmen berbasis online.

Redaktur : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel:


.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”