Skip to content

Jakarta Rekor Peningkatan Toleransi Umat Beragama Selama 2021

JAKARTA, KOMPAS.com – DKI Jakarta mencatatkan peningkatan indeks kota toleransi yang signifikan sepanjang tahun 2021 berdasarkan hasil riset terbaru SETARA Institute.

Berdasarkan indeks, Jakarta kini berada di posisi 40 dari 94 kota di seluruh Indonesia (empat kota administratif DKI Jakarta telah digabung menjadi satu). Pada tahun 2020, DKI Jakarta berada di peringkat 82.

Peningkatan peringkat 42 hanya kalah dari Kota Banjarmasin yang naik 44 peringkat dari 62 (2020) menjadi 18 (2021).

Baca juga: Depok Kota Paling Intoleransi Berdasarkan Riset Equivalent Institute 2021

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Ismail Hasani mengapresiasi peningkatan tersebut.

DKI Jakarta menjadi kota paling intoleran tahun 2017 dan kota paling intoleran ketiga tahun 2018.

“Setelah Pilkada 2017, Pak Anies belum membuat RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) baru, artinya variabel ini belum bisa kami evaluasi,” kata Ismail kepada wartawan, Rabu (30/3/2022).

“Maka harus diakui, apalagi tahun 2021 FKUB DKI bekerja sangat serius dipimpin Profesor Dede Rosada, kemudian konflik (pembentukan) tujuh gereja juga akan diselesaikan pada tahun 2021. Artinya ada memang ada peningkatan dan itu kita perhatikan,” kata Ismail.

Penguatan peran FKUB oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai sangat signifikan sehingga provinsi tersebut juga meraih Penghargaan Kerukunan dari Kementerian Agama di tahun yang sama.

Dalam indeks kota toleran terbaru ini, Kota Singkawang di Kalimantan Barat dinobatkan sebagai kota paling toleran dengan skor 6.483. Sementara itu, Kota Depok di Jawa Barat menempati urutan paling buncit di peringkat yang sama dengan skor 3.577.

SETARA Institute telah menetapkan empat variabel dan delapan indikator dalam penelitian, yaitu:

  1. Peraturan Pemerintah Kota (RPJMD/produk hukum lainnya [10 persen] dan kebijakan yang diskriminatif [20 persen]).
  2. Tindakan pemerintah (pernyataan resmi utama tentang insiden intoleransi [10 persen] dan aksi nyata terkait kejadian tersebut [15 persen]).
  3. Regulasi sosial (peristiwa intoleransi (20 persen) dan dinamika masyarakat sipil terkait insiden intoleransi (10 persen).
  4. Demografi agama (heterogenitas agama penduduk [5 persen] dan inklusi sosial-keagamaan [10 persen]).

Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Ipadguides.com. Jom join grup Telegram “Ipadguides.com News Update”, caranya klik link https://t.me/ipadguidescomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

.