Skip to content

Kemendagri Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah dalam Perumusan Kebijakan Berbasis Bukti

Kemendagri Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah dalam Perumusan Kebijakan Berbasis Bukti

Memuat…

Sekretaris Badan Kebijakan Strategis Dalam Negeri (BSKDN) Kurniasih, menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah untuk merumuskan kebijakan berbasis bukti. Foto/SINDOnews

JAKARTA – Perkembangan teknologi dan perubahan zaman yang begitu cepat menuntut pemerintah untuk saling bersinergi dalam menyediakan pelayanan publik . Kebijakan yang dihasilkan juga harus diputuskan dengan pertimbangan yang cermat, relevan, dan adaptif terhadap perubahan tersebut. Ini hanya dapat dilakukan dengan merumuskan kebijakan berbasis bukti.

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Kebijakan Strategis Dalam Negeri (BSKDN) Kurniasih, saat membuka Rapat Koordinasi Fasilitasi dan Pengembangan Litbang Provinsi Banten, Senin, 28 Maret 2022.

“Menjawab tantangan kemajuan teknologi bukanlah sesuatu yang mudah. Oleh karena itu, BSKDN fokus pada penguatan strategi kebijakan pusat dan daerah dengan melakukan pembinaan, penerapan digitalisasi, dan pembentukan kelembagaan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” kata Kurniasih, Selasa (29/3/2022).

Lihat lainnya: Kemendagri Minta Pemerintah Daerah Punya Budaya Inovatif

Masing-masing fokus tersebut, lanjut Kurniasih, mengarah pada perumusan kebijakan berbasis bukti. “Itu (evidence based policy) akan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Kurniasih berharap rakor dapat menjadi sarana yang efektif untuk terus menjalin komunikasi dan sinergi antara pusat dan daerah. “Kami juga berharap ada masukan dan isu-isu strategis di daerah yang bisa kami sampaikan kepada pimpinan, untuk menjadi dasar pengambilan keputusan, Mendagri,” ujarnya lagi.

Lihat lainnya: Kemendagri: 4.626 Pejabat Penuhi Kriteria Pj Kepala Daerah

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Mahdani mengatakan, Pemprov Banten telah berupaya menghadirkan berbagai kebijakan berbasis bukti sesuai arahan BSKDN, salah satunya ditunjukkan dalam pencapaian Rencana Pembangunan Daerah 2021. Indeks Inovasi.

“Alhamdulillah Provinsi Banten mendapat penghargaan dari Kemendagri dalam ajang IGA (Innovation Government Award) 2021, peringkat kedelapan sebagai daerah Sangat Inovatif,” kata Mahdani.

Meski begitu, pihaknya tidak berpuas diri dan bertekad meraih hasil yang lebih baik lagi di tahun mendatang. Oleh karena itu, Mahdani berharap pertemuan ini dapat menjadi kesempatan bagi Pemprov Banten untuk mendengar arahan yang disampaikan Sekretaris BSKDN tadi.

“Kami juga berharap arahan dari Kepala Depdagri tentang program-program yang digagas BSKDN Kemendagri dapat dilaksanakan dengan baik oleh Provinsi Banten,” ujarnya lagi kepada seluruh jajaran Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapus) Kementerian Dalam Negeri yang hadir dalam pertemuan tersebut.

(keripik)

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”