Skip to content

Kenali 2 Cara Menentukan Hilal, Berikut Perbedaannya

Kenali 2 Cara Menentukan Hilal, Berikut Perbedaannya

Memuat…

Cara penentuan hilal atau penanda awal bulan Hijriah perlu dipahami oleh umat Islam. Ada dua metode yang selalu menjadi polemik, yaitu metode Rukyatul Hilal bil Fi’ly (Rukyat) dan metode Hisab (perhitungan astronomi).

Hilal adalah istilah Arab untuk bulan sabit pertama atau bulan baru setelah ijtima’. Bulan sabit muda pertama ini terlihat setelah konjungsi (ijtima’, hilal) pada arah menjelang magrib yang menjadi acuan awal bulan dalam penanggalan Islam.

Lihat Lainnya: Awal Ramadhan 2022, Wapres: Peluangnya Sama

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan bulan-bulan lainnya dalam penanggalan Hijriah seringkali berbeda di Indonesia. Hal ini sering menghabiskan energi umat Islam. Perbedaan antara metode rukyat (pengamatan hilal) dan metode hisab (perhitungan astronomi) sulit untuk dipertemukan. Dibutuhkan toleransi konseptual dan penggabungan antara dua konsep yang nantinya akan melahirkan titik temu.

Berikut dalil penentuan awal bulan Qomariyah:

لُوۡنَكَ الۡاَهِلَّةِ لۡ اقِيۡتُ لِلنَّاسِ الۡحَجِّ لَيۡسَ الۡبِرُّ اَنۡ اۡتُوا الۡبُيُوۡتَ ا لٰـكِنَّ الۡبِرَّ اتَّقٰى‌ۚ اۡتُوا الۡبُيُوۡتَ ا ا ل ا

Itu berarti: “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itulah waktu bagi manusia dan haji.” Dan bukanlah suatu keutamaan memasuki rumah darinya, tetapi keutamaan adalah (keutamaan) orang-orang yang bertakwa. Masuklah ke dalam rumah-rumah dari pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (Surat al-Baqarah: 189)

Dalam hadits dijelaskan, Humaid bin Mas’adah Al-Bahily menceritakan kepadaku: Bisr bin Mufadhal menceritakan kepada kami: Salamah bin Al-Qamah menceritakan kepada kami, dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah bersabda: Ada 29 hari dalam sebulan. Ketika kamu melihat hilal (Ramadhan), maka berpuasalah. Dan jika kamu melihat hilal (Syawal) maka berbukalah. Tetapi jika Anda terhalang (oleh awan) maka tingkatkan itu(HR Muslim)

Mari kita simak perbedaan keduanya seperti dilansir Jurnal “Fiqh Hisab Rukyah di Indonesia” karya Dosen STAIN Kudus, Jaenal Arifin.

1. Metode Rukyatul Hilal
Rukyah secara harfiah berarti melihat. (Ahmad Warson Munawwir, 1984). Arti yang paling umum adalah melihat dengan mata. Yang dimaksud di sini adalah ru’yah al-hilal, yaitu melihat atau mengamati hilal saat terbenamnya matahari sebelum awal bulan Qomariyyah dengan mata atau teleskop.

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”