Skip to content

KPK Panggil Sultan Pontianak dan 3 Ketua DPC Partai Demokrat

KPK Panggil Sultan Pontianak dan 3 Ketua DPC Partai Demokrat

Memuat…

Pj Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap 13 saksi terkait kasus dugaan suap Bupati Penajam Paser Utara nonaktif, Abdul Gafur Masud. Salah satunya adalah Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie. FOTO/DOK.SINDOnews

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) mengagendakan pemeriksaan 13 saksi terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Penajam Paser Utara tidak aktif (PPU), Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud (RUPS). Saksi-saksi yang dipanggil KPK antara lain: Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie kepada tiga Ketua DPC Partai Demokrat.

Pj Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan nama 13 saksi yakni Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie, Ketua DPC Partai Demokrat Paser, Abdullah; Ketua DPC Partai Demokrat Mahakam Ulu, Kelawing Bayau; Ketua DPC Demokrat Kutai Barat, Paul Vius; Staf Bagian Ekonomi Pemerintah Kabupaten PPU, Hery Nurdiansyah.

Selanjutnya Kepala Bidang Perekonomian PPU Kabupaten, Durajat; Ketua Sarpras PPU Disdikpora, Andi Herman dan Muhajir. Kemudian pensiunan PNS Listiani Lubis; Camat Sepaku, Risman Abdul; Ketua Umum Perumda Benuo Taka, Norlailah Usman; Direktur Perumda Benua Taka, Heriyanto; dan Manajer Perizinan, Tedy Aries Atmaja.

“Hari ini, para saksi sedang memeriksa kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022, untuk tersangka RUPS. Pemeriksaan di Markas Brimob Polda Kaltim di Balikpapan,” kata Ali melalui pesan singkat. , Kamis (31/3/2022).

Belum diketahui penyidik ​​apa yang akan memeriksa saksi-saksi tersebut. Namun, baru-baru ini KPK menelusuri aliran uang untuk dugaan suap Abdul Gafur Mas’ud. Diduga banyak pihak yang memercikkan uang panas Abdul Gafur Mas’ud.

Sedangkan terkait pemanggilan ketiga Ketua DPC Partai Demokrat hari ini, diduga terkait dengan status Abdul Gafur Mas’ud yang pernah menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan. Hal itu senada dengan pemeriksaan Politisi Partai Demokrat, Jemmy Setiawan, Rabu (30/3/2022).

Untuk diketahui, Abdul Gafur sempat mencalonkan diri sebagai ketua DPD Partai Demokrat Kaltim sebelum ditangkap KPK. Apalagi, saat Satgas KPK ditangkap di sebuah mal di Jakarta pada 12 Januari 2022, Abdul Gafur bersama Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyatakan akan mendalami sumber dan alokasi suap yang diterima Abdul Gafur. Salah satunya mengusut dugaan suap yang diterima Abdul Gafur Mas’ud terkait pemilihan ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim).

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”