Skip to content

Mantan Direktur Taspen dan “Pemilik” PT Sekar Wijaya Diduga Korupsi dari Dana Investasi Rp 150 Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menetapkan mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen (AJT) Maryoso Sumaryono dan Benefical Owner Group PT Sekar Wijaya, Hasti Sriwahyuni, sebagai tersangka kasus korupsi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, mengatakan dugaan korupsi itu dilakukan dengan dana investasi PT AJT sebesar Rp 150 miliar.

Baca juga: Kejaksaan Agung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi PT Asuransi Jiwa Taspen

Ketut menuturkan, PT AJT menempatkan dana tersebut di PT Emco Asset Management dengan mendasari dalam bentuk catatan jangka menengah PT Prioritas Raditya Multifinance (PRM).

Sedangkan PT PRM merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam PT Sekar Wijaya Group.

“Kemudian dana pencairan catatan jangka menengah oleh PT PRM tidak digunakan sesuai tujuan dalam perjanjian catatan jangka menengah,” kata Ketut dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/3/2022).

Dana tersebut, lanjut Ketut, justru disalurkan PT PRM kepada PT Sekar Wijaya dan pihak-pihak yang terkait dalam penerbitan SK tersebut. catatan jangka menengah.

Baca juga: KPK Gandeng PT Taspen Jaminan Pemenuhan Hak dan Kewajiban Pegawai

Karena tindakan tersebut, PT PRM tidak dapat melakukan pembayaran sesuai kesepakatan catatan jangka menengah di PT AJT.

“Kemudian dibuat seolah-olah sudah lunas dengan menjual tanah agunan yang berada di Solo,” ujarnya.

Padahal, tanah agunan di Solo dibeli PT PRM dari dana investasi yang dikeluarkan PT AJT.

Dalam kasus ini, Maryoso terjerat karena menyetujui investasi PT AJT tanpa memperhatikan analisis investasi.

.