Membaca Sinyal Poros Politik Baru di Balik Pertemuan AHY dan Surya Paloh

JAKARTA, KOMPAS.com – Suhu politik menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 mulai menghangat. Sejumlah elite parpol tak malu lagi menunjukkan kemesraan partainya dengan parpol lain.

Sebut saja Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Pada Selasa (29/3/2022), keduanya menggelar pertemuan di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem di kawasan Jakarta Pusat.

Pertemuan itu diakui sebagai langkah awal kedua pihak membuka peluang koalisi.

Poros daya baru

Pertemuan AHY dan Surya Paloh dinilai bukan pertemuan politik biasa.

Pertemuan mereka seolah membuka romansa masa lalu dimana Paloh menjadi bagian dari elemen kekuasaan yang membuat SBY sukses di Pilpres 2004 dan 2009.

“Pertemuan dua petinggi partai membuka peluang munculnya poros kekuatan baru dalam dinamika dan kontestasi demokrasi pada pemilu 2024 mendatang,” kata Direktur Utama Lembaga Kebijakan Publik Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, kepada Ipadguides. com, Selasa (29/3/2022).

Baca juga: 3 Hasil Rapat AHY-Surya Paloh Soal Pemilu 2024

Pertemuan itu, menurut Umam, menjadi pilar pembentukan koalisi alternatif di luar poros PDI-P yang mampu mengusung pasangan presiden dan wakil presiden sendiri.

Koalisi

ini juga menjadi alternatif poros Gerindra yang diprediksi akan menggunakan “kacamata kuda” untuk mengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang.

Pertemuan antara AHY dan Paloh bisa jadi baru permulaan. Menurut Umam, wajar saja jika pertemuan itu belum menentukan susunan capres dan cawapres.

“Yang terpenting koalisi itu terbentuk dari pertemuan visi, misi, dan kimia,” dia berkata

Sebagai politisi muda, kata Umam, AHY tidak tampak terbebani. Langkah tersebut relatif lebih fleksibel dan efektif dalam menjangkau dan mengkonsolidasikan sel-sel kekuatan politik utama, baik di dalam maupun di luar pemerintahan.

Menurutnya,

kemampuan diplomasi politik AHY akan terus diasah dan diuji. Jika AHY mampu meyakinkan Paloh untuk menyatukan kekuatan Nasdem dengan Demokrat, maka unifikasi ini bisa menjadi poros kekuatan alternatif baru.

.