menjadi viral! Pria bersenjata parang mengancam dan memeras karyawan ekspedisi

menjadi viral! Pria bersenjata parang mengancam dan memeras karyawan ekspedisi

Memuat…

Aksi pelaku saat meminta uang secara paksa kepada pegawai ekspedisi di Jalan Haji Gofur, Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Foto / Tangkapan Layar

BANDUNG BARAT – Seorang pria bersenjata parang, mengaduk-aduk media sosial (Medsos). Ia tertangkap kamera CCTV mengancam dan memeras seorang pegawai kantor jasa ekspedisi di Jalan Haji Gofur, Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Lihat Lainnya: Coba Remas Dinas Kesehatan Riau, Wartawan TV Palsu Ditangkap

Tersangka yang diduga mabuk itu tiba-tiba masuk ke kantor ekspedisi dan meminta uang secara paksa sambil membawa parang, Jumat (25/3/2022) sore. Video pemerasan dan ancaman tersebut viral di media sosial.

Dalam rekaman video, pelaku terlihat mengenakan kaos merah dan celana pendek biru, berjalan terhuyung-huyung sambil membawa kantong plastik. Dia bahkan duduk di kantor dan menyalakan rokok. Kemudian, dia bersikeras meminta uang kepada karyawan kantor sambil mengancam.

Lihat

lainnya: Palangkaraya Geger! Ikan Lais Raksasa Seberat 14 Kg Berhasil Dipancing di Sungai Kahayan

Dalam video berdurasi 30 detik dan diunggah ke akun Facebook salah satu warganet, terlihat jelas wajah pelaku. Pengunggah video tersebut menuliskan caption, “Sungguh meresahkan orang ini mabuk membawa narkoba. Juga pencuri uang, semoga cepat ditangkap Tuhan, bawa pisau juga”.

Sementara itu, seorang pegawai di kantor ekspedisi, Widya (19) mengatakan, awalnya dia mengira pria itu ingin mengemasi barangnya. Tapi ketika dia duduk, ternyata dia memerasnya demi uang. “Kejadiannya kemarin sore (Jumat), dikira mau kirim barang tapi malah minta uang,” ujarnya, Sabtu (26/3/2022).

Lihat

Lainnya: Asyik Bikin Konten Sosial Media, 2 Cewek Tenggelam di Kolam Hantu

Pria itu meminta uang Rp 100.000 kepada korban. Karena takut, ia membuka laci meja yang berisi uang kemudian pelaku mengambil uang di laci tersebut. Ia kemudian kedapatan mengambil uang Rp 330 ribu dari sebuah laci dan langsung pergi. “Awalnya dia mau kasih saya Rp 50.000, tapi dia minta Rp 100.000, karena takut lari ke toko sebelah,” tambahnya.

Kemudian aparat keamanan setempat datang dan berusaha mengejar para pelaku yang ternyata warga sekitar. Usai didatangi rumah orang tuanya, pihak keluarga akhirnya meminta maaf atas tindakan meresahkan para pelaku. Uangnya juga sudah dikembalikan.

“Masalahnya sudah selesai. Saya masih khawatir karena dari cerita warga, pelakunya bukan kali ini saja melakukan pemerasan dan ancaman, mereka takut terjadi pada orang lain,” katanya. .

(eyt)

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”