Menyerukan Mau Taat Konstitusi, Pernyataan Jokowi tentang 3 Periode Jabatan Lagi-lagi Dianggap “Bersayap”

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Utama Lembaga Kebijakan Publik Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai Presiden Joko Widodo kembali menyampaikan pernyataan “bersayap” terkait usulan perpanjangan masa jabatan presiden selama 3 periode.

Presiden hanya mengatakan akan mematuhi konstitusi dan tidak secara tegas menolak wacana yang berulang kali mengemuka ini.

Penyataan itu jelas bersayap. Tidak ada indikasi keinginan politik dari presiden menjadi lebih tegas dan lebih kokoh (pasti) menolak wacana ini,” kata Umam kepada Ipadguides.com, Rabu (30/3/2022).

Baca juga: Jokowi Buka Suara Lagi: Akui Sering Mendengar Usulan Jabatan Presiden Selama 3 Periode, Tapi Janji Taati Konstitusi

Menurut Umam, diksi “taat konstitusi” mirip dengan pernyataan Presiden Suharto saat ingin memperpanjang masa jabatannya.

Saat itu, Soeharto menyatakan “taat pada keputusan MPR”. Karena presiden adalah amanat MPR saat itu.

Umam menilai presiden harus bisa lebih tegas menyatakan menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden ketimbang menyatakan akan taat pada konstitusi.

Akan lebih baik pula jika Presiden menegaskan bahwa pemilu tetap dilaksanakan sesuai jadwal pada 14 Februari 2024.

Umam

menyayangkan kalangan Istana Kepresidenan terus mengelak dari argumen ‘taati konstitusi’ dan ‘membuka ruang demokrasi’.

Padahal, menurutnya, pemilihan kata itu seperti permainan diksi untuk bermain aman guna membuka ruang manuver lewat pernyataan bersayap.

“Kalau presiden tetap ogah-ogahan, sepertinya presiden menikmati gaya permainan politik untuk memperpanjang masa jabatannya,” kata Umam.

Baca juga: Munculnya Dukungan Jokowi 3 Periode dari Kepala Desa di Indonesia

.