MK Tolak Perpanjangan Usia Pensiun Prajurit TNI

JAKARTA, KOMPAS.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan gugatan aturan batas usia pensiun bagi TNI.

Gugatan tersebut sebelumnya telah diajukan oleh pensiunan TNI Euis Kurniasih dan lima pemohon lainnya sehingga usia pensiun maksimum bagi prajurit adalah 58 tahun dan bintara serta tamtama 53 tahun sama dengan usia pensiun bagi anggota Polri. .

“Menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua MK Anwar Usman saat membacakan putusan, Selasa (29/3/2022).

Baca juga: Bertambahnya Usia Pensiun TNI Bisa Jadikan Prajurit Non Job Lebih Banyak

Dalam pertimbangannya, MK menyatakan bahwa Pemohon II Jerry Indrawan, Pemohon III Hardiansyah, Pemohon IV Ismail Irwan Marzuki, dan Pemohon V Bayu Widiyanto tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan permohonan a quo.

Selain itu, pokok permohonan para pemohon juga dinilai tidak masuk akal.

Pokok-pokok permohonannya, Pemohon meminta agar usia pensiun perwira TNI maksimal 58 tahun dan bintara 53 tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 53 dan Pasal 71 huruf a Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. , agar sama dengan ketentuan mengenai usia pensiun anggota Polri. .

Sedangkan

anggota Polri pensiun pada usia 58 tahun.

Namun, petugas polisi yang memiliki keterampilan khusus dan sangat dibutuhkan dapat dipertahankan hingga usia 60 tahun.

Baca Juga: Mengenal Aturan Usia Pensiun Prajurit TNI Digugat di Mahkamah Konstitusi

Dalam putusan perkara nomor 62/PUU-XIX/2021 ini, terdapat empat hakim konstitusi yang berbeda pendapat (perbedaan pendapat) dari keputusan.

Keempatnya adalah Aswanto, Suhartoyo, Wahiduddin Adams, dan Enny Nurbaningsih.

.