Skip to content

Mutasi Mayjen Widi Dari Danjen Kopassus Menjadi Pangdam Diponegoro Tak Mengejutkan

Mutasi Mayjen Widi Dari Danjen Kopassus Menjadi Pangdam Diponegoro Tak Mengejutkan

Memuat…

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengangkat Brigjen Iwan Setiawan sebagai Danjen Kopassus menggantikan Mayjen Widi Prasetijono. Foto/Dok.MPI

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Andika yang perkasa mengangkat Brigjen Iwan Setiawan sebagai Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI Widi Prasetijono . Brigjen Iwan sebelumnya menjabat sebagai Waaslat KSAD Bidang Militer.

Mayjen Widi juga kini menduduki jabatan baru sebagai Panglima IV/Diponegoro. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/271/III/2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan di Lingkungan TNI, tertanggal 25 Maret 2022.

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) dan pengamat militer Anton Aliabbas mengatakan, pengangkatan Widi sebagai Pangdam Diponegoro bukanlah hal yang mengejutkan. Sebab, dilihat dari sejarah penugasan, jenderal bintang dua itu kerap ditugaskan ke wilayah Surakarta, Jawa Tengah.

Lihat lainnya: Mayjen TNI Widi Prasetijono, Mantan Ajudan Jokowi yang Baru 53 Hari Jadi Danjen Kopassus

“Sebenarnya tidak heran jika Widi menjadi Pangdam Diponegoro. Widi merupakan salah satu perwira yang memiliki banyak tugas di wilayah Surakarta, baik di satuan tempur maupun teritorial,” kata Anton dalam keterangan tertulis, Kamis (31/31/2020). 3/2022).

Dikatakannya, dari tugas satuan tempur, Widi pernah bertugas di Grup 2 Kopassus dan Yonif 400/Banteng Raiders. Di Grup 2 tahun 1995, ia menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton). Selama di Banteng Raiders, Widi mengisi jabatan sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) saat berpangkat Letnan Kolonel pada 2009.

Sedangkan untuk penugasan teritorial, Widi pernah menjabat sejumlah jabatan di wilayah Kodam Diponegoro. Mulai dari Dandim 0735/Surakarta, Danrem 091/Aji Surya Natakesuma, hingga Kasdam IV/Diponegoro.

Dia mengatakan, mutasi Widi juga menunjukkan peningkatan apresiasi bagi perwira yang berlatar belakang Korps Baret Merah. Menurutnya, jika mengacu pada komposisi perwira berlatar belakang Kopassus di TNI, tidak banyak dibandingkan dengan satuan lain.

“Pemindahan Mayjen Widi jelas menunjukkan ruang apresiasi yang semakin besar bagi perwira berlatar belakang Kopassus dalam rotasi dan promosi karir militer dalam lima tahun terakhir,” jelasnya.

Meski demikian, kata Anton, kenaikan pangkat seorang prajurit di TNI tidak boleh hanya didasarkan pada preferensi korps atau unit tertentu. Tapi lihat juga rekam jejak mereka selama bertugas di institusi militer.

“Ini penting untuk menghindari kecemburuan dan dapat mengganggu soliditas dan moralitas prajurit,” ujarnya.

(rca)

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”