Nafsu Nonton Film Porno, Pemuda Ini Menganiaya Keponakannya

Nafsu Nonton Film Porno, Pemuda Ini Menganiaya Keponakannya

Memuat…

Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, menangkap SB (29) karena menganiaya keponakannya. Foto/MPI/Dimas Choirul

JAKARTA – Seorang pria berinisial SB (29) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut penganiayaan anak di bawah umur. SB tega memperkosa keponakannya karena tak bisa menahan nafsu usai menonton film porno.

SB ditangkap di Pasar Kamis, Kabupaten Tangerang, setelah orang tua korban melaporkannya ke Polsek Cengkareng pada Selasa, 29 Maret 2022. Kapolsek Cengkareng, Kompol Ardhie Demastyo mengatakan, pelecehan seksual dilakukan di rumah pelaku di Jalan Gotong Royong RT 07/08, Kapuk, Cengkareng , Jakarta Barat.

“Korban diketahui sering menginap di rumah pelaku setiap minggunya. Korban ini adalah keponakan pelaku,” kata Ardhie di Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (30/3/2022).

Menurut Ardhie, perbuatan bejat pelaku sudah dilakukan sebanyak lima kali dalam sebulan terakhir. Dalam melakukan aksinya, pelaku memancing korban dengan sejumlah uang dan handphone untuk dimainkan.

Perbuatan

bejat pelaku terungkap setelah korban mengadukan rasa sakit pada organ vitalnya sehingga membuat korban mengadu kepada orang tuanya. Ternyata, setelah orang tua korban melakukan pemeriksaan post-mortem, ditemukan luka robek di selaput organ vital anak tersebut. Membaca: Ditemani uang tunai Rp10 ribu, bocah ini dianiaya pemuda 27 tahun

Ardhie mengatakan, dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi menangkap pelaku saat berada di kawasan Pasar Kamis, Kabupaten Tangerang. Ardhie mengatakan, pelaku kabur setelah mengetahui orang tua korban telah melaporkannya ke polisi.

“Motif pelaku melakukan perbuatan cabul itu karena terpancing nafsu usai menonton film porno. Pelaku sering menonton film porno, sehingga karena korban sering menginap terutama pada hari Sabtu-Minggu akhirnya melampiaskannya kepada korban,” ujarnya. dikatakan.

Untuk

mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku diancam dengan pasal 82 ayat 1 junto 76e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

(hab)

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”