Skip to content

PA Jakarta Selatan masih sita warisan Moerdiono, tim kuasa akan melawan

PA Jakarta Selatan masih sita warisan Moerdiono, tim kuasa akan melawan

Memuat…

Proses eksekusi penyitaan objek sengketa tanah dan bangunan milik mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, di Jalan Sriwijaya No.23 RT 07/01, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendapat perlawanan. Foto/Spesial

JAKARTA – Proses eksekusi penyitaan objek sengketa tanah dan gedung milik mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, di Jalan Sriwijaya No.23 RT 07/01 Desa Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendapat perlawanan. Perlawanan tersebut dilakukan oleh tim kuasa hukum pemilik objek sengketa yang merupakan anak kandung Menteri Sekretaris Negara pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Perlawanan dari tim hukum karena mereka mengajukan gugatan eksekusi sesuai dengan Daftar Perkara Nomor: 570/Pdt.G/2022/PA.JS tanggal 14 Maret 2022. Salah satu kuasa hukum objek sengketa , MD. Abrory Djabbar meminta Majelis Hakim PA Jakarta Selatan memproses terlebih dahulu, sesuai dengan jadwal sidang pertama yang akan digelar, Senin 4 April 2022, berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara Umat Beragama Jakarta Selatan. pengadilan.

“Saat ini kami sedang dalam proses menuntut perlawanan dan meminta agar diproses sesuai dengan Pasal 195 ayat 6 HIR. Dan jika sudah diproses, diperiksa, dan di sidang mana pun isi putusan perlawanan kami akan tunduk dan patuh. Sampai saat ini proses perlawanan kami belum diproses, tetapi penyitaan berlanjut dan kami juga memiliki pertanyaan dan keberatan, Pak,” kata Abrory Djabbar di depan juru sita saat proses pembacaan surat eksekusi pada Selasa, 29 Maret 2019. 2022. Baca: Sistem One Way Daan Mogot Meningkatkan Kecepatan Pengendara Menjadi 28,9 Km per Jam

Meski menolak, Panitera PA Jakarta Selatan atas nama Saiful Bahri tetap menjalankan perintah penyitaan dengan membacakan surat keputusan dari PA Jakarta Selatan. Akan tetapi, pada saat meminta masuk ke dalam objek sengketa, tidak diperbolehkan, sehingga pembacaan putusan dilakukan di luar pagar objek sengketa.

Panitera juga meminta agar semua proses terhadap putusan ini dilakukan di Pengadilan Agama, karena proses hari ini hanya proses penyitaan.

“Ya silakan diproses di pengadilan, karena semuanya bisa dilakukan di sana, bukan di lokasi ini, karena agenda di sini hanya untuk proses penyitaan. Jadi, apapun yang terjadi, saya akan tetap menjalankan sesuai perintah pengadilan,” dia berkata.

(hab)

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”