Skip to content

Perbedaan IMB Kelas A, B, C, D

KOMPAS.com – Mendirikan sebuah bangunan di suatu kawasan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pemilik bangunan harus mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) agar tidak lagi dipertanyakan legalitasnya di kemudian hari.

IMB merupakan dokumen penting yang harus dimiliki oleh pemilik bangunan. Tidak hanya gedung baru, pemilik yang ingin merenovasi atau merobohkan gedung juga membutuhkan IMB baru.

Jika ada bangunan yang tidak memiliki IMB, maka pemerintah daerah berhak menyegelnya sampai membongkar bangunan tersebut. Tak hanya itu, bangunan tanpa IMB juga akan dikenakan pajak 10 persen saat dijual.

Pada prinsipnya IMB bertujuan untuk menciptakan tata ruang bangunan yang aman dan sesuai dengan peruntukannya. Setiap gedung memiliki kelas tersendiri mulai dari kelas A, B, C, dan D.

Setiap kelas juga memiliki persyaratan yang berbeda untuk mengajukan aplikasi. Berikut perbedaannya dilansir dari situs resmi Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Pelayanan Penanaman Modal (Dinas PMPTSP) DKI Jakarta (pelayan.jakarta.go.id).

IMB Kelas A diperuntukan bagi bangunan umum (bukan tempat tinggal) dengan ketinggian lebih dari 8 lantai. Luas bangunan minimal di atas 2.000 meter persegi. Pondasi di dalam gedung lebih dari dua meter.

Contohnya termasuk gedung bertingkat, hotel bintang lima, apartemen, mal. Untuk wilayah DKI Jakarta, pengajuan bisa dilakukan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta yang beralamat di Mal Layanan Umum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Disebut Belum Punya IMB, Dipesan Warung Kopi Wadah di Pesanggrahan

IMB Kelas B diperuntukan bagi bangunan umum (bukan tempat tinggal) dengan jumlah lantai kurang dari 8 lantai. Selain itu, rumah pemugaran cagar budaya kelas A, IMB reklame, dan IMB menara tergolong kelas B.

Contohnya antara lain menara, baliho, hotel bintang tiga, ruang terbuka hijau, museum, dan lain-lain. Permohonan dapat diajukan di unit pelayanan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu atau kantor walikota setempat.

IMB Kelas C diperuntukan untuk bangunan tempat tinggal umum dengan ketinggian sampai dengan 3 lantai. Luas tanah 1000 meter persegi. Namun lokasi tersebut tidak termasuk dalam kawasan restorasi kelompok A dan B.

Misalnya ruko, restoran, toko, supermarket, gudang dan lain-lain. Permohonan dapat diajukan di unit pelaksana pelayanan terpadu satu pintu kecamatan setempat yang bertempat di kantor kecamatan setempat.

Baca juga: Soal Penerbitan PBG, Retribusi Perda IMB Masih Bisa Digunakan

IMB Kelas D diperuntukan untuk bangunan tempat tinggal umum dengan ketinggian sampai dengan 2 lantai. Luas tanah kurang dari 1000 meter persegi. Ada kondisi tanah kosong atau di atasnya ada bangunan tua yang akan dibongkar.

Misalnya, rumah tinggal baru. Permohonan dapat diajukan di unit pelayanan terpadu satu pintu kelurahan setempat yang beralamat di kantor kelurahan setempat.

Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Ipadguides.com. Jom join grup Telegram “Ipadguides.com News Update”, caranya klik link https://t.me/ipadguidescomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

.