Skip to content

Perdana Menteri Solomon Marah Perjanjian Keamanan dengan China Ganggu Australia Cs

Perdana Menteri Solomon Marah Perjanjian Keamanan dengan China Ganggu Australia Cs

Memuat…

Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare (kedua dari kiri) menghadiri penandatanganan kerja sama dengan China di Beijing. Sogavare sangat marah dengan reaksi Australia dan sekutunya terhadap perjanjian keamanan Kepulauan Solomon-China. Foto/REUTERS

SYDNEY – Perdana Menteri (PM) Pulau Solomon Manasseh Sogavare marah setelah kesepakatan keamanan dengan China terganggu Australia , Selandia Baru dan Amerika Serikat (AS). Dia mengatakan reaksi asing itu “sangat menghina”.

Itu adalah komentar pertama PM Sogavare tentang perjanjian keamanan, yang katanya, sedang diselesaikan dengan Beijing.

Sogavare mengatakan kepada Parlemen setempat pada Selasa (29/3/2022) bahwa dokumen yang bocor dari perjanjian keamanan dengan China adalah draft dan dia tidak akan memberikan rincian tentang isi kesepakatan.

“Kami tidak ditekan dengan cara apa pun oleh teman-teman baru kami dan tidak ada niat apa pun untuk meminta China membangun pangkalan militer di Kepulauan Solomon,” katanya seperti dikutip. Reuters.

Lihat Lainnya: Dunia Fokus Perang Rusia-Ukraina, Australia Serukan Invasi Kepulauan Solomon

Negara Pasifik itu mengalihkan kesetiaan diplomatik ke China dari Taiwan pada 2019.

Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinannya tentang kemungkinan pakta keamanan antara Kepulauan Solomon dan China setelah rancangan perjanjian yang bocor menunjukkan bahwa itu akan mencakup keberadaan kapal Angkatan Laut China di negara Pasifik itu.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada hari Senin mengatakan itu adalah “potensi militerisasi kawasan”. Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton mengatakan Canberra akan khawatir jika kesepakatan itu mengarah ke pangkalan militer China di Pasifik.

Dalam pidatonya di depan Parlemen, Sogavare mengkritik negara-negara besar yang menurutnya tidak peduli jika negara mereka tenggelam karena perubahan iklim dan menganggap kawasan itu “halaman belakang kekuatan besar Barat”.

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”