Skip to content

Persyaratan untuk Mendaftar IMB Kelas A

KOMPAS.com – Mendirikan sebuah bangunan di suatu kawasan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pemilik bangunan harus mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) agar tidak lagi dipertanyakan legalitasnya di kemudian hari.

Proses pembuatan IMB dapat dilakukan di Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas PM & PTSP) setempat. Nantinya akan ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum IMB diterbitkan.

Setiap gedung memiliki kelasnya masing-masing mulai dari kelas A, B, C dan D. Setiap kelas juga memiliki persyaratan yang berbeda untuk pengajuan aplikasi.

Untuk bangunan kelas A, yang diperuntukan bagi bangunan gedung dengan lantai lebih dari 8 atau luas bangunan di atas 2000 meter persegi. Selain itu, pondasi dalam bangunan lebih dari 2 meter. Berikut ini adalah persyaratan IMB untuk kelas A.

Berikut persyaratan yang harus dilengkapi untuk IMB Kelas A, dilansir dari situs resmi Pelayanan Terpadu & Investasi Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta (pelayan.jakarta.go.id).

Surat lamaran

Berisi pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen dan data di atas kertas bermaterai Rp. 10.000.

Surat Kuasa

Surat ini ditandatangani bersama-sama jika nama yang tercantum pada sertifikat lebih dari satu.

Identitas Pemohon/Penanggung Jawab

KTP jika Warga Negara Indonesia (WNI) dan KTA jika Warga Negara Asing (WNA).

Surat Kuasa kepada pemilik IPTB

Surat ini juga dibuat di atas kertas bermaterai Rp. 10.000.

Baca Juga: Disebut Belum Punya IMB, Dipesan Warung Kopi Wadah di Pesanggrahan

Deskripsi Pemilik Bangunan

Jika berbentuk badan hukum atau badan usaha, diperlukan akta pendirian dan perubahannya (kantor pusat dan kantor cabang, jika ada) dan surat keputusan yang mengesahkan pendirian dan perubahannya yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) (jika PT dan yayasan), Kementerian Koperasi dan UKM (jika koperasi), pengadilan negeri (jika CV) dan NPWP badan hukum.

.