Skip to content

Polisi Panggil Petarung di Palmerah Pesan Senjata Tajam ke Pandai Besi dan Beli Secara Online

JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi Resor (Polres) Jakarta Barat telah menetapkan tiga tersangka dalam tawuran yang terjadi di Jalan Kota Bambu Utara, Palmerah, Selasa (15/3/2022) dini hari.

Akibat tawuran tersebut, seorang pemuda berinisial RY tewas karena dibacok dengan senjata tajam.

“Korban mengalami luka tembak di bagian dada dan punggung,” kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Kompol Niko Purba saat memberikan keterangan, Selasa (29/3/2022).

Baca juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka dalam Perkelahian yang Membunuh Seorang Remaja di Palmerah

Niko mengatakan, para tawuran menggunakan beberapa jenis senjata tajam, salah satunya berupa arit dengan ukuran lebih besar.

Beberapa senjata lainnya berbentuk tidak biasa. Ada senjata yang menyerupai pedang dengan ujung melengkung. Lalu ada yang berbentuk seperti gergaji besar dan dipelintir atau zigzag.

Ada juga senjata melengkung panjang dengan ujung terbelah.

Niko mengatakan bahwa pelaku memesan senjata tajam dari pandai besi dan membelinya secara online atau on line melalui pasar.

“Beberapa dari mereka membeli, tetapi beberapa membuat. Beberapa juga memesan dari pandai besi. Sisanya, seperti yang kita ketahui untuk arit, dapat dengan mudah memesan melalui perdagangan elektronik“, jelas Niko.

Polres Metro Jakarta Barat menangkap pelaku tawuran yang menewaskan seorang remaja di Jalan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat.
Ipadguides.com/MITA AMALIA HAPSARI Polres Metro Jakarta Barat menangkap pelaku tawuran yang menewaskan seorang remaja di Jalan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat.

Baca juga: Polisi Tangkap 10 Remaja yang Diduga Terlibat tawuran di Bojonggede Depok

Tersangka penikaman berinisial S, AR, dan CH. Menurut Niko, salah satu tersangka masih di bawah umur.

“Ada satu yang masih di bawah umur. Dari tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka, satu di antaranya masih di bawah umur,” lanjut Niko.

Selain itu, polisi juga melakukan tes urine terhadap tersangka. Hasilnya, dua tersangka dinyatakan positif menggunakan ganja.

“Tapi jangan digunakan sebelum tawuran. Menurut mereka, hanya beberapa hari sebelum itu,” kata Niko.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka secara bersama-sama dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) 3 KUHP tentang kekerasan terhadap orang dan penganiayaan di muka umum, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Ipadguides.com. Jom join grup Telegram “Ipadguides.com News Update”, caranya klik link https://t.me/ipadguidescomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

.