Polres Tanjung Priok Sikat Sindikat Stempel Palsu di Media Sosial

Polres Tanjung Priok Sikat Sindikat Stempel Palsu di Media Sosial

Memuat…

Polres Tanjung Priok membeberkan sindikat bea meterai palsu di media sosial. Foto/MPI/Putranegara Coal

JAKARTA – Polsek Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap sindikat jual beli materai 10.000 dan 6.000 palsu. Seorang tersangka bernama YN ditangkap warga Bekasi. YN bertindak sebagai dealer. Sedangkan pelaku lainnya W alias R masih buron.

Kapolsek Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengungkapkan kasus ini terungkap setelah pihaknya melakukan Cyber ​​Patrol dan menemukan adanya jual beli perangko palsu di Facebook dengan akun “NAYLA” dengan judul Stempel 10.000 di setengah harga.

Setelah itu, tim melakukan penyamaran dengan memesan barang tersebut pada 17 Maret 2022. Tersangka YN menjual 2 buah atau 100 buah seharga Rp. 500 ribu. Untuk pengiriman barang, tersangka menggunakan jasa ojek online dan pembayaran melalui transfer.

“Tersangka YN mengaku memperoleh prangko dengan membeli dari W alias R seharga 1 lembar prangko nominal 10.000 isi 50 lembar dengan harga Rp 50.000,” kata Putu, Minggu (27/3/2022). Lihat

lainnya: Beraksi Selama 3,5 Tahun, Polisi Gulung Pembuat Stempel Palsu

Untuk materai 10.000 per saham, tersangka menjual dengan harga Rp. 100.000 sampai Rp. 250.000 sehingga keuntungan yang diperoleh antara Rp. 50.000 sampai Rp. 200.000. Sedangkan bea meterai 6.000 per saham dijual dengan harga antara Rp. 50.000 sampai Rp. 150.000.

Sehingga keuntungan yang diterima antara Rp. 50.000 hingga 100.000. “Tersangka mengaku membuat stempel palsu ini 5 tahun lalu. Sejak itu mereka telah menghasilkan jutaan perangko palsu yang dijual di pasar bebas,” tambahnya

Pihaknya

masih memburu tersangka W yang berperan sebagai pembuat stempel palsu tersebut. Dari rumah W, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti 1 unit mesin press yang mencetak 10.000 prangko, 1 papan yang membuat 10.000 prangko pita holografik. Lihat Lainnya: Ungkap Bea Meterai Rp37 Miliar, 32 Polisi dan 5 Kejaksaan di Tangerang Raih Penghargaan

Kemudian 2 minuman beralkohol dan 791 10.000 materai dan 14 6.000 materai. “Jika dilihat secara seksama, stempel palsu yang dibuat oleh pelaku sama persis dengan aslinya. Namun ada beberapa perbedaan, seperti lubang stempel yang tidak sama dengan aslinya,” ujarnya.

Dari tangan YN, polisi menyita 157 lembar materai 10.000 palsu sebagai barang bukti. Kemudian 14 lembar 6.000 prangko, 1 unit mesin press untuk mencetak 10.000 prangko, 1 unit printer hp, 1 unit mesin jahit, 1 unit mesin bor, 1 papan untuk membuat 10.000 pita hologram bea materai dan seterusnya.

Akibat perbuatan para pelaku tersebut, diperkirakan kerugian negara mencapai Rp. 762.750.000. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 253 dan Pasal 257 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

(MS)

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”