Skip to content

Roadmap Pendidikan Penting Dibuat Sebelum RUU Sistem Pendidikan Nasional

Roadmap Pendidikan Penting Dibuat Sebelum RUU Sistem Pendidikan Nasional

Memuat…

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menilai proses dan dasar penyusunan RUU Sistem Pendidikan Nasional masih perlu diperjelas. Foto/dpr.go.id

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menilai proses dan dasar penyusunan RUU Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) masih perlu diperjelas. Menurutnya, banyak hal yang perlu dipersiapkan dalam penyusunan RUU tersebut Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan gabungan dari revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

“RUU Sisdiknas ingin memasukkan UU guru, dosen, dan sebagainya menjadi satu. Lebih baik tidak, jadi dasarnya apa? Apa dasarnya? Bedanya negara kepulauan dan negara kontinental, kita negara negara kepulauan, infrastrukturnya sulit, teknik apa yang kita gunakan?” kata Dede di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Dede menegaskan perlunya penyusunan roadmap atau peta jalan pendidikan sebelum disahkannya RUU Sisdiknas. Roadmap tersebut dijadikan sebagai landasan berpijaknya pendidikan, apa yang sedang dilakukan untuk memperkuat pendidikan di Indonesia.

Lihat lainnya: Madrasah Hilang dalam Revisi UU Sisdiknas, NU Lingkar Sentil Adab Nadiem Makarim

“Negara kita akan memperkuat (pendidikan) dari sisi apa? Karena ini menyangkut kemampuan siswa kita, mau pendidikan vokasi atau umum? Mau target kita disebut high learning? Akademik atau semua siap masuk pasar kerja? Ini yang harus kita pikirkan. Ini namanya road map,” jelasnya.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa pendidikan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga jika ingin mengubah konsep sesuai perkembangan zaman, maka RUU Sistem Pendidikan Nasional ini perlu dicanangkan. Sebab, dalam beberapa tahun ke depan pasar bebas akan semakin kompetitif, khususnya di ranah ASEAN.

“Dengan pasar bebas, jika kita tidak menguasai sektor riil, industri, dan sektor pengembangan teknologi, mungkin nantinya pekerjaan penting akan diisi oleh asing. Bukan dengan siswa kita. Ini yang harus diperhatikan, makanya roadmap pendidikan menjadi urgensi saat ini,” kata mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu.

Baca: Madrasah Hilang dalam RUU Sisdiknas Dinilai Diskriminasi dalam Dunia Pendidikan

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”