Rumah Joglo Tertua di Ngawi Butuh Bantuan Rehabilitasi, Pemkab: Bukan Bangunan Cagar Budaya

NGAWI, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengungkapkan keberadaan rumah joglo yang diklaim tertua di Ngawi itu tidak mendapat bantuan rehabilitasi karena bukan merupakan bangunan cagar budaya.

“Rumah itu belum cagar budaya, masih ODCB, benda itu diduga cagar budaya,” kata Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Sulistyono saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/29/2020). 3/2022).

Sulistyono mengaku telah meminta pengelola rumah untuk mendaftarkannya sebagai bangunan cagar budaya. Namun, hingga saat ini pengelola rumah belum mengajukan.

Baca juga: Melihat Rumah Joglo Tertua di Ngawi, Dibangun Tahun 1750 M, Lebih Tua dari Benteng Van Den Bosch

“Sudah kami sampaikan, bisa mendaftar di tempat kami. Nanti saya rekam, nanti saya uraikan, nanti kita serahkan,” imbuhnya.

Jika sudah terdaftar, pihaknya akan mengkaji dari segi sejarah terlebih dahulu untuk menentukan rumah joglo sebagai bangunan cagar budaya.

“Dari sejarahnya masuk, tapi sejarahnya belum dipelajari. Perlu kajian,” kata Sulistyono.

Sementara itu, ia menegaskan pengelola rumah tidak perlu khawatir jika nantinya rumah joglo ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

class="ads-on-body">

Menurutnya, meski berstatus cagar budaya, pemerintah tidak serta merta mengambil alih.

Baca juga: Kisah di Balik Nenek Berbaju Merah di Ngawi Santai di seberang rel saat kereta mau lewat

Dengan status cagar budaya, kata dia, pemerintah sebenarnya bisa membantu biaya pemeliharaan dan pelestarian benda cagar budaya.

“Kalau sudah ditetapkan cagar budaya, pemerintah bisa membantu perawatan, pemeliharaan, dan sebagainya, dan rumah itu tetap miliknya. Tapi biasanya dia takut dikuasai pemerintah,” kata Sulistyono.

“Misalnya rumah Radjiman Widyodiningrat yang dibantu pembangunan pagar atau pembiayaan pemeliharaannya. Kalau bukan cagar budaya tidak bisa dilakukan,” imbuhnya.

Sebelumnya,

rumah joglo yang dibangun oleh Kanjeng Pangeran Satsro Widekso atau Darmo Menggolo pada tahun 1750 M mulai mengalami kerusakan pada bagian atap rumah.

Untuk merehabilitasi atap rumah joglo yang merupakan bangunan tertua di Ngawi itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Ipadguides.com. Jom join grup Telegram “Ipadguides.com News Update”, caranya klik link https://t.me/ipadguidescomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

.