Saya dikatakan hamil, keesokan harinya, saya bahkan mengalami menstruasi

PALEMBANG,KOMPAS.com – Korban penipuan praktik pengobatan alternatif palsu yang dilakukan Sarwati alias Teteh (50), Mariah Abdul Malik (45) dan Dwi Indah Nur Welly (45) tampak kesal dengan aksi para tersangka.

ST (28), salah satu korban dari tersangka, mengatakan sebelumnya datang berobat ke tempat praktik tersangka di Perumahan Permata Residence, Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sekitar sebulan lalu.

Saat itu, ia menemui tersangka Sarwati alias Teteh untuk mengungkapkan keinginannya agar cepat hamil setelah beberapa tahun menikah.

Baca juga: Terungkap Praktik Pengobatan Palsu di Sumsel, Pelaku Gunakan Air Kencing Ibu Hamil Untuk Memalsukan Kehamilan Korban

Teteh kemudian memberikan syarat, salah satunya mengikuti terapi pijat yang dilakukan tersangka.

“Sudah dipijat beberapa kali selama sebulan. Lalu saya diberitahu paket tesTapi alatnya dari tersangka,” kata ST, Rabu (30/3/2022).

Saat tes kehamilan dilakukan, ST berada di ruang praktik. Kemudian, Teteh pun datang dan menyatakan bahwa dirinya positif hamil.

Baca juga: Diperintahkan Makan Garam dan Melati, Ratusan Wanita di Sumsel yang Ingin Hamil Jadi Korban Perlakuan Palsu

“Test

pack diperlihatkan dan dinyatakan saya hamil,” katanya.

Selama dinyatakan hamil, ST diminta untuk selalu mengontrol Teteh.

Dia juga tidak diperbolehkan untuk memeriksakan diri di tempat lain selama kehamilan.

“Katanya bayi itu dilindungi secara ajaib, jadi kalau tes dilakukan di tempat lain bayinya akan hilang,” kata korban.

Baru sehari setelah dinyatakan positif hamil, ST sebenarnya sedang menstruasi. Dia juga curiga bahwa dia tidak hamil.

Karena haid, ST pergi ke praktek Teteh.

“Ketika mereka datang, mereka masing-masing mengatakan bahwa saya hamil meskipun saya sedang menstruasi. Karena penasaran, saya pergi ke dokter kandungan,” katanya.

(ads.native_banner) -->

.