Skip to content

Selama Ramadhan, Tempat Karaoke Hingga Diskotek di Surabaya Ditutup

SURABAYA, KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewajibkan semua rumah hiburan umum (RHU) tutup selama Ramadan.

Pemkot Surabaya juga melarang warganya berbagi takjil dan sahur di jalan.

Baca Juga: Gara-Gara Dihina, 3 Remaja di Surabaya Serang Anak Di Bawah Umur Hingga Mati

Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto membenarkan pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan kepada pengelola atau penanggung jawab tempat usaha jelang Ramadhan.

Surat imbauan tersebut didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 23 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan, Peraturan Walikota (Perwali) Surabaya Nomor 25 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Usaha Pariwisata, dan Surat Edaran Walikota Surabaya Nomor 443.2/5076/436.8. 5/2022.

“Melalui dasar peraturan tersebut, seluruh pengelola atau penanggung jawab tempat usaha di Kota Surabaya harus mematuhi beberapa peraturan penting selama bulan Ramadhan dan malam Idul Fitri,” kata Eddy di Surabaya, Selasa ( 29/3/2022).

Aturan penting tersebut adalah bahwa diskotik, klub malam, pub/rumah musik, karaoke dewasa, karaoke keluarga, panti pijat, dan bisnis spa wajib menutup atau menghentikan kegiatannya.

“Kebijakan ini juga berlaku untuk tempat-tempat usaha yang berlokasi atau menjadi fasilitas hotel dan restoran,” ujarnya.

Tempat usaha pool house juga dilarang beroperasi, kecuali tempat yang digunakan sebagai tempat latihan olahraga.

Tempat latihan diperbolehkan beroperasi setelah mendapat izin dari kepala daerah atau pejabat yang ditunjuk dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Surabaya, dan harus berdasarkan usulan dari Sodok Indonesia Cabang Surabaya. Persatuan Olahraga Bola (POBSI).

Sedangkan untuk sub jenis usaha perfilman dilarang memutar film mulai pukul 17.30 WIB atau pada saat salat maghrib dan berbuka puasa hingga pukul 20.00 WIB yang merupakan waktu salat Isya dan Tarawih, ujarnya.

.