Skip to content

Soal Kebutuhan Minyak Goreng Curah, Pemkot Malang Minta Pasokan Lebih Banyak

MALANG, KOMPAS.com – Kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan berdampak pada daya beli masyarakat Kota Malang.

Kepala Diskopindag (Departemen Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan) Kota Malang, Sailendra mengatakan, masyarakat saat ini cenderung mencari minyak goreng dengan harga murah.

Baca juga: Truk Tangki Minyak Goreng Terguling di Ciamis dari Cirebon Mau Kirim Barang

Untuk saat ini, harga minyak goreng kemasan mencapai Rp. 23.000 per liter. Kondisi ini jauh dari minyak goreng curah yang harganya Rp. 14.000 per liter.

“Namun dalam situasi saat ini, ketika harga minyak goreng kemasan sudah sangat tinggi dan minyak goreng curah Rp 14.000, tentunya produsen UKM dan IKM membutuhkan minyak goreng yang lebih murah untuk menekan biaya,” kata Sailendra dalam wawancara, Selasa (29). /3/2020). 2022).

Menurutnya, stok minyak goreng curah di Malang sebelumnya memang sedikit. Hal ini dikarenakan masyarakat saat itu cenderung membeli minyak goreng kemasan yang harganya tidak semahal sekarang.

Sailendra berharap pemerintah pusat bisa mengoperasikan minyak goreng curah dalam jumlah banyak. Khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan usaha kecil menengah (UKM) dan industri kecil menengah (IKM) yang bergerak di bidang pangan.

“Kita berharap ada ketersediaan reguler, kalau ada kebutuhan, 8.000 liter dikirim setiap minggu, itu masih belum cukup. Harapan saya 32.000 liter per minggu,” katanya.

Diskopindag belum bisa maksimal memenuhi kebutuhan minyak goreng curah dalam jangka pendek. Karena ketersediaan stok hanya bisa bergantung pada pemerintah pusat.

“Masalahnya bukan kita tidak bisa turun langsung, tapi barangnya dari mana? Itu dari pusat atau BUMN, seperti Rajawali, PPI (Perusahaan Dagang Indonesia),” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini berdampak pada UKM dan UKM. Namun, Diskopindag Kota Malang berjanji akan berusaha memenuhi kebutuhan minyak goreng mereka.

.