Skip to content

Sri Mulyani Ungkap Tindak Pidana Pencucian Uang yang Mengancam Kehidupan Manusia

Sri Mulyani Ungkap Tindak Pidana Pencucian Uang yang Mengancam Kehidupan Manusia

Memuat…

Sri Mulyani mengungkapkan pentingnya pengawasan terhadap pencucian uang. Foto/Dokumen

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pengalamannya selama tinggal di Amerika Serikat terkait pencucian uang. Sekitar tahun 2002, setelah mengantar anak-anaknya ke sekolah, Sri Mulyani menyaksikan peristiwa 9/11 di televisi.

Lihat lainnya: Mahfud MD: Pemerintah Ambil Tindakan Tegas Terhadap Penipuan Investasi

“Kalau saya ingat PPATK tentang pencucian uang, ingatan saya sangat jauh ke belakang. Pagi itu pada 11 September 2001, saya mengantar anak saya dari sekolah. Kemudian saya pulang dan menyalakan TV, yang disebut kecelakaan atau serangan teroris. di New York,” kata Sri dalam Forum Hukum ke-3 PPATK di Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Peristiwa itu mengubah banyak hal, termasuk dua tahun kemudian Sri diminta oleh pemerintah Indonesia untuk pindah dari Atlanta ke Washington DC menjadi Direktur Eksekutif IMF.

Di situlah saya menyadari bahwa setelah tragedi 9/11, diskusi di forum IMF tentang anti pencucian uang dan pendanaan terorisme menjadi sangat penting. Itu diadopsi ke dalam berbagai kegiatan di dunia karena ancaman kejahatan pencucian uang tidak tidak hanya berimplikasi sosial dan ekonomi. dan finansial, tetapi telah datang mengancam kehidupan manusia. Dan saat itulah Anti Pencucian Uang dan Keuangan Terorisme (AMLFT) yang kemudian diangkat pada pertemuan G20,” jelas Sri.

Sri Mulyani melanjutkan, G20 dibentuk di tingkat menteri keuangan dan gubernur bank sentral pada masa pascakrisis ekonomi 1997-1998. Kemudian terjadi krisis keuangan global 2008-2009, sehingga forum G20 di tingkat menteri keuangan dan bank sentral diangkat menjadi pertemuan antar pemimpin negara. Di sanalah KTT G20 lahir pada 2009 sebagai respon terhadap krisis keuangan global.

“Karena ini forum utama kerjasama ekonomi, maka topik AMLFT untuk kegiatan illegal sangat relevan,” tambah Sri.

Pembicaraan antara gubernur bank sentral dan menteri keuangan tersebut tentu saja di satu sisi mendorong interaksi, lalu lintas perdagangan dan investasi antar negara yang cepat dan efisien. Di sisi lain, harus diwaspadai kemungkinan lalu lintas ini digunakan untuk kejahatan kriminal berupa pembiayaan gelap. .

Lihat lainnya: 5 Negara Penghasil Minyak Sawit Terbesar Dunia, Nomor Satu Penuh Penyimpangan

“Oleh karena itu, FATF selalu identik dengan menteri keuangan G20 dan gubernur bank sentral. Semoga Indonesia segera menjadi anggota penuh di bawah pimpinan Kepala PPATK dan seluruh jajarannya dengan dukungan seluruh K/L terutama dari aparat penegak hukum. dan sektor regulasi di sektor keuangan,” pungkas Sri.

(uka)

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”