Terawan yang dipecat IDI dan sikapnya yang kontroversial

JAKARTA, KOMPAS.com – Sidang Istimewa Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) pada Kongres ke-31 Persatuan Dokter Indonesia (PBDI) di Banda Aceh mengajukan rekomendasi untuk memberhentikan secara permanen Terawan Agus Putranto dari keanggotaan organisasi.

Video rekomendasi pemecatan Terawan dari IDI MKEK itu ramai dibaca di media sosial. Menurut Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman, rekomendasi pemberhentian Terawan dari keanggotaan IDI didasarkan pada hasil evaluasi kinerja pengurus sebelumnya.

“Rekomendasi untuk memberhentikan Dokter Terawan bukanlah produk baru dalam kongres di Aceh, tetapi sudah dibahas pada kongres terakhir,” kata Safrizal, Sabtu (26/3/2022).

Meski begitu, tidak dijelaskan alasan dan pertimbangan MKEK yang merekomendasikan pemberhentian tetap mantan menteri kesehatan itu dari anggota IDI.

Baca juga: IDI: Rekomendasi Pemberhentian Dokter Terawan Bukan Produk Baru Saat Kongres Aceh, Sudah Lama Dibahas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Terawan sebagai Menteri Kesehatan pada 23 Oktober 2019. Sebelumnya pada tahun 2015 Terawan dipromosikan menjadi letnan jenderal dan menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

class="ads-on-body">

Namun, Presiden memutuskan untuk merombak kabinet dan mengganti Terawan pada 22 Desember 2020, dan menggantikannya dengan Budi Gunadi Sadikin. Sebelum diberhentikan, Terawan sempat menyampaikan sejumlah pernyataan kontroversial, terutama terkait penanganan pandemi Covid-19.

Berikut rangkuman beberapa kebijakan dan pernyataan kontroversial Terawan sebelum dicopot oleh Presiden Joko Widodo.

1. Covid-19 tidak terdeteksi

Hal itu disampaikan Terawan pada 11 Februari 2020. Saat itu, virus corona belum terdeteksi di Indonesia.

Terawan mengaku heran dengan awak media yang terus menerus mempertanyakan keberadaan virus corona di Indonesia.

Baca juga: Alasan Dibalik Rekomendasi Pecat Terawan dari IDI, Ini Fakta

Ia memastikan, pemerintah terus berupaya melakukan tes untuk mendeteksi Covid-19. Terawan juga meminta masyarakat bersyukur karena virus corona belum terdeteksi di Indonesia.

(ads.native_banner) -->

.