Terungkap, Bayi di Jember Ditemukan di Sumur Dibuang Ibunya

JEMBER, KOMPAS.com – Seorang bayi berusia satu bulan ditemukan warga di sebuah sumur di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu pada Rabu (23/3/2022). Ternyata, bayi itu ditinggalkan oleh ibu kandungnya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, bayi tersebut sempat membuat heboh warga sekitar.

Karena konon ada yang menculik mereka untuk diambil makhluk halus. Namun, setelah digeledah oleh warga, ditemukan di dalam sumur yang sudah mati.

Baca juga: Bayi 1 Bulan di Jember Diduga Diculik, Ternyata Ditemukan Meninggal di Sumur

Polisi merasa ada yang janggal dengan kejadian tersebut. Pasalnya, bayi tersebut masih berusia sekitar 30 hari dan belum bisa berjalan sendiri. Akhirnya, polisi mengusut kasus tersebut dan memeriksa sejumlah saksi.

Akibatnya, pelaku dumping bayi tersebut adalah FN, yakni ibu kandungnya sendiri. “Kami telah menetapkan ibu dari bayi tersebut sebagai tersangka,” katanya kepada Ipadguides.com, Minggu (27/3/2022).

Komang menjelaskan bahwa sang ibu membuang bayinya pada siang hari. Saat itu, FB menidurkan bayinya terlebih dahulu. Setelah itu, dia membawa bayi itu ke sumur dan membuangnya.

class="ads-on-body">

“Tanpa sepengetahuan keluarganya, dia melemparkan bayi itu ke dalam sumur,” katanya.

Keluarga di rumah tersebut, dari nenek korban dan nenek buyutnya, tidak mengetahui bahwa bayi tersebut dibuang ke dalam sumur. Justru setelah FN membuang bayinya, dia kembali berpura-pura tidur.

Kemudian ketika bangun, dia juga pura-pura kaget dan panik karena bayinya sudah tidak ada. Dia juga mencari bayi yang hilang.

“Tersangka juga pura-pura panik dan ikut mencari bayi tersebut,” tambahnya.

Namun, kasus tersebut berhasil diungkap setelah polisi memeriksa beberapa saksi, termasuk pelaku FN. Ia mengaku sengaja membuang bayinya ke dalam sumur. Untuk itu, FN langsung diamankan polisi.

Pelaku

dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Jo 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan atau Pasal 44 ayat ( 3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman lebih dari 3 tahun.

Baca juga: Teka-teki Bayi Usia 1 Bulan Meninggal di Sumur, Warga Dikira Diculik, Keluarga Tolak Otopsi

Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Ipadguides.com. Jom join grup Telegram “Ipadguides.com News Update”, caranya klik link https://t.me/ipadguidescomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

.