Uji Coba Sistem Tiket Elektronik di Bengkulu, Polisi Temukan 1.700 Pelanggaran

BENGKULU, KOMPAS.com – Sidang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau sistem tilang elektronik di simpang empat lampu merah c KM 9, Kota Bengkulu sejak Selasa (22/3/2022), polisi menemukan 1.700 pelanggaran yang dilakukan pengendara.

Demikian disampaikan Kapolres Bengkulu Irjen Pol Agung Wicaksono saat meninjau ruang kendali dan operator ETLE, Sabtu (26/3/2022).

“Instalasi ETLE di lampu lalulintas hal ini untuk mendisiplinkan pengendara, mentaati lalu lintas, dan menjaga keselamatannya. (Penunggang) jangan rusak nanti. akan menerima surat cinta (tiket elektronik). Hanya ada 1.700 pelanggaran,” kata Agung di gedung Ditlantas Lalu Lintas Polres Bengkulu, Sabtu.

Baca Juga: Kerugian Negara Rp 350 Juta, 2 Tersangka Kontraktor Jembatan Terkemuka di Bengkulu

Agung mengatakan, sistem tiket elektronik baru diterapkan di satu titik di Provinsi Bengkulu.

Ia juga mendorong Pemprov Bengkulu untuk menambah fasilitas di sejumlah titik rawan pelanggaran lalu lintas.

“Kami menunggu pemerintah daerah untuk mendukung ETLE ini, semakin banyak semakin baik,” kata Agun.

Baca Juga: Guru Kehormatan di Bengkulu Menculik 6 Siswa, Ancam Nilai Buruk Jika Menolak

Sementara

itu, Wakil Direktur Ditlantas Polda Bengkulu, AKBP Dedi Nata menjelaskan, perangkat ETLE yang terpasang di Kota Bengkulu memiliki fungsi membantu operator di ruang kendali ETLE untuk mengidentifikasi dugaan pelanggaran lalu lintas.

Pelanggaran tersebut antara lain kelengkapan kendaraan, tata tertib berkendara, dan nomor polisi kendaraan (Nopol).

“Perangkat yang terhubung langsung dengan operator ETLE Ditlantas Polda Bengkulu, kemudian diidentifikasi dan jika ada dugaan pelanggaran akan diberikan denda,” kata Dedi.

Dalam pelaksanaan ETLE, kata Dedi, polisi melibatkan PT Pos Indonesia untuk mengirimkan tilang berdasarkan pantauan ETLE.

.