Skip to content

Wartawan TV Dipukuli Polisi di Sumedang, IJTI Desak Kapolda Jabar turun tangan

BANDUNG, IGNews.id – Diduga dipukul oleh anggota polisi Husni Nursyaf wartawan televisi nasional di Kabupaten Sumedang dengan luka memar dan mata berdarah. Insiden itu terjadi saat pertandingan sepak bola persahabatan antara BPBD dan Polres Sumedang.

Menanggapi anggotanya yang menjadi korban dugaan pencabulan, Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Wartawan Televisi Indonesia (IJTI) Jabar mendesak Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Agar tidak terulang kejadian seperti ini dan memberikan efek jera kepada anggota yang arogan, maka pimpinan Polda Jabar dan Polres Sumedang akan segera memberikan penanganan kepada oknum oknum polisi tersebut,” ujar Kapolres IJTI Jabar. , Iqwan Sabba Romli di Bandung, Selasa (29/3/2020). 2022).

Menurut Iqwan, tindakan aparat kepolisian tersebut sangat brutal dan tidak memberikan contoh untuk mengayomi masyarakat.

“Sebagai penegak hukum, polisi harus memberikan perlindungan kepada wartawan, tidak melakukan tindakan kekerasan atau pemukulan. Meskipun tidak menjalankan tugasnya sebagai wartawan, tetapi sebagai warga negara, mereka berhak bertindak dalam melaporkan penganiayaan dan pemukulan dan menerima perlindungan hukum,” katanya.

Atas kejadian ini, IJTI Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan organisasi jurnalis profesional lainnya untuk melakukan advokasi korban.

Menurut Husni Nursyaf, sebelum insiden terjadi, ia sempat kontak fisik dengan pemain dari Polres Sumedang. Tiba-tiba, kata Husni, dari luar lapangan, seorang anggota Satlantas Polres Sumedang memukulinya.

“Yang pukul saya pakai seragam dan tangannya pakai cincin besar,” kata Husni.

Redaktur : Asep Supiandi

Bagikan Artikel:

.

Dimiliki oleh Ipadguides

: Cek berita lainnya di kategori “Nusantara”